Anak Sering Mimisan: Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter?
Melihat darah keluar dari hidung anak tentu membuat orang tua panik. Padahal, mimisan pada anak merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Sebagian besar mimisan berasal dari pembuluh darah kecil di bagian depan hidung yang mudah pecah karena berbagai faktor, seperti udara kering, kebiasaan mengorek hidung, atau benturan ringan.
Meski demikian, jika mimisan terjadi berulang, sulit berhenti, atau disertai gejala lain, kondisi tersebut perlu diperiksa oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Dengan memahami penyebab dan cara penanganan yang benar, orang tua dapat mengatasi mimisan dengan lebih tenang sekaligus mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis.
Apa Itu Mimisan?
Mimisan atau epistaksis adalah keluarnya darah dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah kecil di dalam rongga hidung.
Pada anak, mimisan paling sering terjadi di bagian depan hidung (anterior), sehingga umumnya mudah dihentikan dengan pertolongan pertama yang tepat.
Penyebab Anak Sering Mimisan
Ada beberapa penyebab yang sering membuat anak mengalami mimisan.
1. Kebiasaan Mengorek Hidung
Ini merupakan penyebab paling umum.
Kuku yang mengenai dinding hidung dapat melukai pembuluh darah sehingga menyebabkan perdarahan.
2. Udara Kering
Udara yang terlalu kering dapat membuat lapisan dalam hidung menjadi kering dan mudah pecah.
Hal ini sering terjadi saat cuaca panas atau ketika anak berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
3. Benturan pada Hidung
Mimisan dapat terjadi setelah anak:
- Terjatuh.
- Terbentur saat bermain.
- Terkena bola atau benda lainnya.
4. Flu dan Alergi
Saat pilek atau alergi, anak lebih sering menggosok atau meniup hidung sehingga pembuluh darah menjadi lebih mudah pecah.
5. Kebiasaan Menggosok Hidung Terlalu Kuat
Mengusap atau meniup hidung terlalu keras juga dapat menyebabkan mimisan.
6. Benda Asing di Dalam Hidung
Anak kecil terkadang memasukkan benda kecil ke dalam hidung, seperti:
- Manik-manik.
- Potongan mainan.
- Kertas.
Benda asing dapat menyebabkan iritasi dan perdarahan.
7. Gangguan Pembekuan Darah (Jarang)
Pada sebagian kecil kasus, mimisan yang sering terjadi dapat berkaitan dengan gangguan pembekuan darah atau kondisi medis tertentu.
Biasanya kondisi ini disertai gejala lain, seperti mudah memar atau perdarahan di bagian tubuh lain.
Gejala yang Menyertai Mimisan
Selain keluarnya darah dari hidung, anak dapat mengalami:
- Darah keluar dari satu atau kedua lubang hidung.
- Darah mengalir ke tenggorokan.
- Anak tampak panik atau menangis.
- Hidung terasa perih.
Apabila mimisan berhenti dalam beberapa menit dan anak tetap aktif, umumnya kondisi ini tidak berbahaya.
Cara Menghentikan Mimisan pada Anak
Saat anak mengalami mimisan, lakukan langkah berikut.
1. Tetap Tenang
Anak akan merasa lebih tenang apabila orang tua tidak panik.
2. Dudukkan Anak dengan Posisi Tegak
Posisikan anak duduk dan sedikit membungkukkan badan ke depan.
Jangan membaringkan anak karena darah dapat mengalir ke tenggorokan dan tertelan.
3. Tekan Bagian Lunak Hidung
Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan bagian lunak hidung selama 10–15 menit tanpa melepas tekanan.
Mintalah anak bernapas melalui mulut.
4. Kompres Dingin
Tempelkan kompres dingin pada pangkal hidung atau pipi untuk membantu mengecilkan pembuluh darah.
Hindari menempelkan es langsung ke kulit.
5. Jangan Memasukkan Benda ke Dalam Hidung
Hindari memasukkan tisu, kapas, atau benda lain terlalu dalam ke hidung karena dapat memperparah perdarahan.
Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
Beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari:
- Mendongakkan kepala ke belakang.
- Membaringkan anak saat mimisan.
- Meminta anak sering mengecek apakah darah sudah berhenti.
- Mengorek hidung setelah mimisan berhenti.
Biarkan pembekuan darah terbentuk dengan baik agar perdarahan tidak berulang.
Cara Mencegah Mimisan Berulang
Orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Potong kuku anak secara rutin.
- Ajarkan anak untuk tidak mengorek hidung.
- Gunakan pelembap udara (humidifier) jika udara di rumah sangat kering.
- Pastikan anak minum air yang cukup.
- Gunakan cairan saline atau pelembap hidung jika dianjurkan dokter.
- Hindari meniup hidung terlalu keras saat pilek.
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
- Mimisan berlangsung lebih dari 20 menit meskipun sudah ditekan dengan benar.
- Mimisan sering berulang tanpa penyebab yang jelas.
- Darah keluar sangat banyak.
- Mimisan terjadi setelah benturan keras pada kepala atau wajah.
- Anak tampak sangat lemas atau pucat.
- Mimisan disertai demam tinggi.
- Mimisan disertai memar yang mudah muncul atau perdarahan di bagian tubuh lain.
- Diduga ada benda asing di dalam hidung.
Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai.
Tanda Bahaya yang Memerlukan Penanganan Segera
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila:
- Mimisan tidak berhenti setelah dilakukan penekanan.
- Anak sulit bernapas.
- Kehilangan banyak darah hingga tampak lemas.
- Mimisan terjadi setelah kecelakaan atau benturan keras.
- Anak tidak sadar atau sulit dibangunkan.
Kondisi tersebut memerlukan evaluasi medis secepatnya.
FAQ
Apakah mimisan pada anak berbahaya?
Sebagian besar mimisan tidak berbahaya dan dapat berhenti dengan pertolongan pertama yang benar.
Mengapa anak sering mimisan saat cuaca panas?
Udara yang panas dan kering dapat membuat lapisan hidung menjadi kering sehingga pembuluh darah lebih mudah pecah.
Apakah kepala harus didongakkan saat mimisan?
Tidak. Anak sebaiknya duduk tegak dan sedikit membungkukkan badan ke depan agar darah tidak mengalir ke tenggorokan.
Berapa lama hidung harus ditekan saat mimisan?
Tekan bagian lunak hidung selama sekitar 10–15 menit tanpa melepas tekanan.
Kapan mimisan harus diperiksa ke dokter?
Segera periksa apabila mimisan berlangsung lama, sering berulang, keluar darah dalam jumlah banyak, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Konsultasikan Mimisan Anak di Klinik Alunan Bunda Semarang
Meskipun sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya, mimisan yang sering terjadi atau sulit berhenti tetap perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui.
Klinik Alunan Bunda Semarang menyediakan layanan dokter anak, pemeriksaan kesehatan anak, konsultasi tumbuh kembang, imunisasi, serta layanan kesehatan ibu dan anak lainnya. Dokter akan membantu mengevaluasi penyebab mimisan dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.
Berlokasi di Kalicari, Pedurungan, Semarang, Klinik Alunan Bunda mudah dijangkau dari wilayah Semarang Timur, Tlogosari, Gayamsari, dan sekitarnya.
Apabila anak sering mengalami mimisan atau muncul tanda-tanda bahaya, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.