Artikel Kesehatan

Biduran pada Anak: Kapan Harus ke Dokter?

📅 20 July 2026 🏥 Klinik Alunan Bunda Semarang
Biduran pada Anak: Kapan Harus ke Dokter?

Biduran atau urtikaria merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bentol-bentol merah atau putih yang terasa gatal. Kondisi ini cukup sering terjadi pada anak-anak dan dapat muncul secara tiba-tiba di berbagai bagian tubuh, seperti wajah, tangan, kaki, punggung, maupun perut.

Pada sebagian besar kasus, biduran pada anak tidak berbahaya dan dapat membaik dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Namun, dalam kondisi tertentu, biduran dapat menjadi tanda reaksi alergi yang lebih serius dan memerlukan pemeriksaan medis.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab, gejala, serta tanda-tanda kapan biduran pada anak perlu segera diperiksakan ke dokter.

Apa Itu Biduran pada Anak?

Biduran adalah reaksi pada kulit yang terjadi ketika tubuh melepaskan zat histamin. Pelepasan histamin ini menyebabkan pembuluh darah kecil melebar sehingga muncul bentol yang disertai rasa gatal.

Bentol akibat biduran biasanya memiliki ciri-ciri berikut:

  • Berwarna merah atau putih.
  • Terasa gatal.
  • Dapat berpindah-pindah lokasi.
  • Ukurannya bervariasi, dari kecil hingga besar.
  • Muncul secara tiba-tiba.

Pada beberapa anak, biduran dapat hilang dalam hitungan jam. Namun, ada juga yang mengalami biduran berulang.

Penyebab Biduran pada Anak

Biduran dapat dipicu oleh berbagai faktor. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

1. Alergi Makanan

Beberapa jenis makanan dapat memicu biduran, seperti:

  • Telur.
  • Susu.
  • Seafood.
  • Kacang-kacangan.
  • Cokelat.
  • Makanan tertentu yang pernah menyebabkan alergi.

2. Infeksi

Infeksi virus dan bakteri juga dapat memicu munculnya biduran pada anak.

Beberapa contohnya:

  • Flu.
  • Batuk pilek.
  • Radang tenggorokan.
  • Infeksi saluran pernapasan.

3. Gigitan Serangga

Gigitan nyamuk, semut, atau serangga lain dapat menyebabkan bentol dan rasa gatal.

4. Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan reaksi alergi yang menyebabkan biduran.

5. Cuaca dan Suhu

Paparan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat memicu biduran pada sebagian anak.

6. Debu dan Bulu Hewan

Anak yang memiliki alergi terhadap debu atau bulu hewan lebih berisiko mengalami biduran.

7. Stres dan Kelelahan

Pada beberapa kasus, kelelahan atau stres dapat memperburuk biduran.

Gejala Biduran pada Anak

Gejala biduran yang umum meliputi:

  • Bentol merah atau putih pada kulit.
  • Gatal.
  • Bengkak ringan.
  • Bentol dapat berpindah tempat.
  • Kulit terasa hangat.

Pada beberapa kasus, biduran dapat disertai:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Pilek.
  • Nyeri perut.

Cara Mengatasi Biduran pada Anak di Rumah

Apabila biduran yang dialami masih ringan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut.

1. Hindari Pemicu

Jika diketahui penyebabnya, segera jauhkan anak dari makanan, obat, atau lingkungan yang memicu alergi.

2. Kompres Dingin

Kompres area yang gatal menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin selama 10–15 menit.

3. Gunakan Pakaian Longgar

Pilih pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat agar kulit tidak semakin teriritasi.

4. Hindari Menggaruk

Menggaruk dapat memperparah iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.

5. Pastikan Anak Cukup Minum

Cairan yang cukup membantu menjaga kondisi tubuh anak selama masa pemulihan.

Kapan Biduran pada Anak Harus Dibawa ke Dokter?

Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:

  • Biduran tidak membaik setelah beberapa hari.
  • Bentol semakin banyak dan menyebar.
  • Gatal sangat mengganggu aktivitas dan tidur.
  • Biduran sering kambuh.
  • Disertai demam tinggi.
  • Anak tampak lemas.
  • Muncul pembengkakan pada wajah, bibir, atau kelopak mata.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan pengobatan yang tepat.

Tanda Darurat yang Memerlukan Penanganan Segera

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila biduran disertai:

  • Sesak napas.
  • Sulit menelan.
  • Suara serak mendadak.
  • Bibir membiru.
  • Pingsan.
  • Pembengkakan pada tenggorokan.

Gejala tersebut dapat menandakan reaksi alergi berat yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Cara Mencegah Biduran pada Anak

Untuk membantu mencegah biduran, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengenali pemicu alergi anak.
  • Menjaga kebersihan rumah dari debu.
  • Menghindari makanan yang menyebabkan alergi.
  • Menggunakan produk perawatan kulit yang lembut.
  • Menjaga daya tahan tubuh anak.

FAQ Seputar Biduran pada Anak

Apakah biduran pada anak berbahaya?

Sebagian besar biduran tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika disertai sesak napas atau pembengkakan pada wajah, kondisi ini perlu segera ditangani.

Berapa lama biduran pada anak bisa sembuh?

Biduran ringan biasanya membaik dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Apakah biduran bisa menular?

Tidak. Biduran bukan penyakit menular.

Apakah semua biduran disebabkan oleh alergi?

Tidak. Biduran juga dapat dipicu oleh infeksi, cuaca, obat-obatan, dan faktor lainnya.

Bolehkah anak mandi saat biduran?

Ya. Anak tetap boleh mandi menggunakan air dengan suhu normal dan sabun yang lembut.

Konsultasikan Keluhan Kulit Anak di Klinik Alunan Bunda Semarang

Biduran pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari alergi hingga infeksi. Pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui penyebab dan mencegah keluhan semakin parah.

Klinik Alunan Bunda Semarang menyediakan layanan konsultasi kesehatan anak dan pemeriksaan berbagai keluhan kulit pada bayi maupun anak. Jika biduran pada Si Kecil tidak kunjung membaik atau sering kambuh, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.