Eksim dan Dermatitis Atopi, Apa Perbedaannya?
Istilah eksim dan dermatitis atopi sering digunakan ketika membahas kulit anak yang kering, gatal, dan mudah mengalami ruam. Tidak sedikit orang tua yang mengira keduanya merupakan dua penyakit yang berbeda.
Sebenarnya, hubungan antara eksim dan dermatitis atopi cukup erat. Dermatitis atopi merupakan salah satu jenis eksim dan menjadi jenis eksim yang paling umum pada anak. Sementara itu, istilah eksim memiliki cakupan yang lebih luas karena digunakan untuk beberapa kondisi kulit yang menyebabkan peradangan, kekeringan, dan rasa gatal.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan eksim dan dermatitis atopi? Berikut penjelasan yang perlu diketahui orang tua.
Apa Itu Eksim?
Eksim adalah istilah umum yang digunakan untuk kelompok kondisi kulit yang dapat menyebabkan kulit menjadi:
- Kering
- Gatal
- Meradang
- Bersisik
- Iritasi
- Pecah-pecah
- Menebal akibat garukan
Ada beberapa jenis eksim, antara lain dermatitis atopi, dermatitis kontak, discoid eczema, dyshidrotic eczema, dan beberapa jenis lainnya. Masing-masing dapat memiliki penyebab, lokasi, dan karakteristik yang berbeda.
Jadi, eksim bukan hanya satu jenis penyakit kulit.
Ketika seseorang mengatakan "anak mengalami eksim", istilah tersebut masih cukup umum. Untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, perlu dilihat jenis eksim dan karakteristik kelainan kulit yang dialami.
Apa Itu Dermatitis Atopi?
Dermatitis atopi adalah salah satu jenis eksim yang paling umum. Kondisi ini sering dimulai pada masa bayi atau anak-anak dan dapat menyebabkan kulit sangat kering serta terasa gatal.
Dermatitis atopi berkaitan dengan gangguan fungsi pelindung kulit dan respons sistem kekebalan tubuh. Ketika lapisan pelindung kulit tidak bekerja secara optimal, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan lebih mudah mengalami iritasi serta peradangan.
Dermatitis atopi juga dapat mengalami flare-up, yaitu periode ketika gejala menjadi lebih berat, kemudian membaik kembali.
Jadi, Apa Perbedaan Eksim dan Dermatitis Atopi?
Cara paling sederhana untuk memahaminya adalah:
Eksim = istilah kelompok kondisi kulit.
Dermatitis atopi = salah satu jenis eksim.
Dengan kata lain, dermatitis atopi termasuk eksim, tetapi istilah eksim tidak selalu berarti dermatitis atopi.
Contohnya, seorang anak dapat mengalami dermatitis kontak yang termasuk kelompok eksim, tetapi penyebab dan karakteristiknya berbeda dari dermatitis atopi.
Perbandingan Eksim dan Dermatitis Atopi
| Aspek | Eksim | Dermatitis Atopi |
|---|---|---|
| Pengertian | Istilah untuk kelompok kondisi kulit | Salah satu jenis eksim |
| Gejala | Dapat berupa kering, gatal, ruam, dan peradangan | Kulit kering, gatal, ruam, dan peradangan |
| Penyebab | Berbeda tergantung jenis eksim | Berkaitan dengan faktor genetik, sistem imun, dan fungsi pelindung kulit |
| Usia | Bergantung pada jenisnya | Sering dimulai sejak bayi atau anak-anak |
| Kekambuhan | Bergantung pada jenis eksim | Dapat mengalami flare-up berulang |
| Penularan | Tidak dapat digeneralisasi untuk semua kondisi kulit | Tidak menular |
| Perawatan | Disesuaikan dengan jenis eksim | Perawatan kulit, penghindaran pemicu, dan pengobatan sesuai kondisi |
Perlu diperhatikan bahwa istilah "eksim" dalam percakapan sehari-hari sering digunakan untuk menyebut dermatitis atopi. Namun, secara medis, eksim memiliki cakupan yang lebih luas.
Jenis Eksim yang Perlu Diketahui
Untuk memahami perbedaannya, orang tua dapat mengenal beberapa jenis eksim.
1. Dermatitis Atopi
Dermatitis atopi merupakan jenis eksim yang paling umum dan sering ditemukan pada anak.
Gejalanya dapat berupa kulit sangat kering, gatal, ruam, kulit bersisik, serta perubahan kulit akibat garukan berulang.
Pada bayi, kelainan kulit sering terlihat pada wajah, pipi, dahi, atau kulit kepala. Pada anak yang lebih besar, dermatitis atopi sering muncul pada area seperti lipatan siku, belakang lutut, leher, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.
2. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak merupakan jenis eksim yang terjadi ketika kulit mengalami reaksi setelah bersentuhan dengan zat tertentu.
Pemicu dapat berbeda pada setiap orang. Produk perawatan kulit, bahan tertentu, atau zat yang mengiritasi kulit dapat menjadi penyebab.
Karena penyebabnya berbeda, penanganannya juga perlu disesuaikan dengan faktor yang memicu reaksi.
3. Discoid Eczema
Jenis eksim ini dapat menyebabkan bercak kulit berbentuk bulat atau oval. Kondisinya berbeda dari dermatitis atopi dan membutuhkan penilaian tersendiri.
4. Dyshidrotic Eczema
Dyshidrotic eczema dapat menyebabkan lepuhan kecil yang terasa sangat gatal, terutama pada tangan atau kaki.
Jenis eksim ini juga memiliki karakteristik dan pendekatan perawatan yang berbeda dari dermatitis atopi.
Karena terdapat berbagai jenis eksim, pemeriksaan penting dilakukan apabila orang tua belum yakin mengenai penyebab ruam pada anak.
Apa Ciri Dermatitis Atopi pada Anak?
Pada anak, beberapa tanda yang dapat mengarah pada dermatitis atopi antara lain:
- Kulit sangat kering
- Gatal yang cukup kuat
- Ruam atau perubahan warna kulit
- Kulit bersisik
- Benjolan kecil yang terasa gatal
- Bekas garukan
- Kulit pecah-pecah
- Kulit menebal akibat garukan dalam jangka panjang
- Ruam yang dapat mengeluarkan cairan dan kemudian berkerak
Pada bayi dan anak kecil, dermatitis atopi sering muncul di wajah. Seiring bertambahnya usia, lokasi kelainan dapat berubah dan sering ditemukan pada area lipatan tubuh.
Namun, tampilan kulit saja tidak selalu cukup untuk menentukan diagnosis.
Mengapa Dermatitis Atopi Bisa Terjadi?
Dermatitis atopi merupakan kondisi yang kompleks. Beberapa faktor yang berperan antara lain:
Faktor genetik
Riwayat keluarga dapat berhubungan dengan risiko dermatitis atopi. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan dermatitis atopi, asma, atau hay fever dapat memiliki risiko lebih tinggi.
Fungsi pelindung kulit
Kulit memiliki lapisan pelindung yang membantu mempertahankan kelembapan dan melindungi tubuh dari berbagai faktor lingkungan.
Pada dermatitis atopi, fungsi pelindung tersebut dapat terganggu sehingga kulit lebih mudah kehilangan air, menjadi kering, dan mengalami iritasi.
Respons sistem kekebalan tubuh
Respons sistem kekebalan juga berperan dalam terjadinya peradangan pada kulit penderita dermatitis atopi.
Apa yang Dapat Memicu Dermatitis Atopi?
Setiap anak dapat memiliki pemicu yang berbeda. Beberapa hal dapat memperburuk gejala, seperti:
- Kulit terlalu kering
- Cuaca panas
- Keringat
- Perubahan suhu
- Produk perawatan kulit tertentu
- Pewangi
- Deterjen
- Bahan pakaian tertentu
- Gesekan
- Faktor lingkungan tertentu
Karena pemicunya tidak selalu sama, orang tua dapat mencatat kondisi yang terjadi sebelum kulit anak mengalami kekambuhan.
Apakah Eksim dan Dermatitis Atopi Menular?
Dermatitis atopi tidak menular.
Anak tidak dapat menularkan dermatitis atopi kepada saudara, teman, atau anggota keluarga melalui kontak kulit.
Hal ini penting diketahui karena tampilan ruam pada kulit terkadang membuat orang lain khawatir bahwa kondisi tersebut dapat menular.
Namun, tidak semua kelainan kulit yang terlihat seperti eksim dapat langsung dianggap sebagai dermatitis atopi. Jika penyebab ruam belum diketahui, pemeriksaan dapat membantu menentukan kondisi kulit yang sebenarnya.
Bagaimana Cara Merawat Dermatitis Atopi?
Perawatan dermatitis atopi bertujuan untuk menjaga kondisi kulit, mengurangi gejala, mengendalikan kekambuhan, dan mencegah kondisi menjadi semakin berat.
Beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan antara lain:
Menjaga kelembapan kulit
Gunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap.
Pelembap berbentuk krim atau salep yang bebas pewangi dapat membantu menjaga kelembapan kulit.
Mandi dengan cara yang lembut
Gunakan air hangat, bukan air panas. Hindari menggosok kulit terlalu keras dan pilih pembersih yang lembut apabila diperlukan.
Hindari produk yang mengiritasi
Produk dengan pewangi atau bahan tertentu dapat memperburuk kondisi kulit pada sebagian anak. Pilih produk yang sesuai untuk kulit sensitif.
Cegah garukan berlebihan
Jaga kuku anak tetap pendek untuk mengurangi risiko luka akibat garukan.
Ikuti pengobatan dari dokter
Jika dokter memberikan obat untuk mengendalikan dermatitis atopi, gunakan sesuai petunjuk. Jangan mengganti atau menambahkan obat kulit tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Perawatan dermatitis atopi perlu disesuaikan dengan kondisi setiap anak.
Apakah Eksim Bisa Hilang Sendiri?
Jawabannya tergantung pada jenis eksim yang dialami.
Untuk dermatitis atopi, sebagian anak mengalami perbaikan seiring bertambahnya usia. Namun, sebagian lainnya tetap mengalami kekambuhan hingga remaja atau dewasa. Tidak dapat dipastikan sejak awal apakah kondisi tersebut akan hilang sepenuhnya.
Karena itu, meskipun kulit anak sedang terlihat membaik, perawatan kulit tetap penting dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kulit.
Kapan Anak Perlu Diperiksakan?
Orang tua sebaiknya membawa anak untuk berkonsultasi jika:
- Ruam sering kambuh
- Gatal mengganggu tidur
- Anak terus-menerus menggaruk
- Kulit mengalami luka
- Ruam semakin luas
- Perawatan dasar tidak membantu
- Kulit mengeluarkan cairan atau nanah
- Muncul pembengkakan atau rasa nyeri
- Anak mengalami demam atau terlihat tidak sehat
Dokter dapat memeriksa kondisi kulit dan menanyakan riwayat gejala, lokasi ruam, kapan gejala muncul, serta faktor yang membuat kondisi membaik atau memburuk. Diagnosis dermatitis atopi umumnya dapat dilakukan melalui pemeriksaan kulit dan riwayat kesehatan.
Eksim dan Dermatitis Atopi pada Anak di Semarang
Orang tua di Semarang mungkin sering menemukan istilah eksim dan dermatitis atopi ketika mencari informasi mengenai kulit anak yang kering dan gatal.
Hal terpenting yang perlu dipahami adalah bahwa dermatitis atopi merupakan salah satu jenis eksim. Jadi, kedua istilah tersebut berhubungan erat, tetapi tidak memiliki arti yang sepenuhnya sama.
Jika anak mengalami kulit kering, gatal, ruam, atau keluhan yang sering kambuh, pemeriksaan dapat membantu memastikan kondisi kulit dan menentukan perawatan yang sesuai.
Klinik Alunan Bunda Semarang menyediakan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk layanan terkait kesehatan kulit. Orang tua dapat berkonsultasi apabila memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kulit anak.
FAQ Eksim dan Dermatitis Atopi
Apakah eksim dan dermatitis atopi itu sama?
Tidak sepenuhnya. Eksim merupakan istilah untuk kelompok kondisi kulit, sedangkan dermatitis atopi adalah salah satu jenis eksim dan merupakan jenis yang paling umum pada anak.
Mana yang lebih parah, eksim atau dermatitis atopi?
Keduanya tidak dapat dibandingkan seperti itu. Eksim adalah kelompok kondisi kulit, sedangkan dermatitis atopi merupakan salah satu jenisnya. Tingkat keparahan bergantung pada jenis kondisi dan kondisi kulit masing-masing anak.
Apakah semua eksim pada anak merupakan dermatitis atopi?
Tidak. Dermatitis atopi memang merupakan jenis eksim yang paling umum pada anak, tetapi terdapat jenis eksim lainnya seperti dermatitis kontak.
Apakah dermatitis atopi menular?
Tidak. Dermatitis atopi bukan penyakit menular dan tidak dapat ditularkan melalui kontak kulit.
Apakah dermatitis atopi bisa sembuh?
Dermatitis atopi tidak memiliki obat yang dapat menghilangkannya secara permanen, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan perawatan dan pengobatan yang tepat. Sebagian anak mengalami perbaikan seiring bertambahnya usia.
Kapan anak dengan eksim perlu diperiksa dokter?
Anak sebaiknya diperiksa jika ruam sering kambuh, gatal mengganggu tidur, kulit terluka, kondisi semakin berat, atau muncul tanda infeksi seperti cairan, nanah, pembengkakan, nyeri, atau demam.
Kesimpulan
Eksim dan dermatitis atopi bukan dua kondisi yang sepenuhnya berbeda. Dermatitis atopi merupakan salah satu jenis eksim dan menjadi jenis eksim yang paling umum pada anak.
Istilah eksim sendiri mencakup beberapa kondisi kulit dengan karakteristik dan penyebab yang berbeda. Karena itu, ketika anak mengalami kulit kering, gatal, atau ruam, penting untuk mengetahui jenis kondisi kulit yang sebenarnya.
Pada dermatitis atopi, menjaga kelembapan kulit, menghindari pemicu, menggunakan produk yang lembut, dan mengikuti perawatan dari dokter dapat membantu mengendalikan gejala serta mengurangi kekambuhan.
Jika kondisi kulit anak tidak kunjung membaik atau justru semakin berat, sebaiknya lakukan pemeriksaan agar anak mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.