Artikel Kesehatan

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita yang Perlu Diperhatikan

07 October 2026 Klinik Alunan Bunda
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita yang Perlu Diperhatikan - Klinik Alunan Bunda Semarang

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita yang Perlu Diperhatikan

Mengenali Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan infeksi yang terutama dapat ditularkan melalui kontak seksual, termasuk hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Beberapa IMS juga dapat ditularkan melalui darah yang terinfeksi atau dari ibu kepada bayi selama kehamilan dan persalinan, tergantung jenis infeksinya.

IMS dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit. Beberapa jenis yang umum dikenal antara lain klamidia, gonore, sifilis, trikomoniasis, herpes genital, human papillomavirus (HPV), dan HIV.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah IMS tidak selalu menimbulkan gejala. Bahkan, seseorang dapat mengalami infeksi tanpa mengetahui bahwa dirinya terinfeksi. Karena itu, munculnya gejala perlu diperhatikan, tetapi tidak adanya gejala juga tidak selalu berarti seseorang terbebas dari IMS.

Gejala IMS pada Pria

Gejala IMS pada pria dapat berbeda tergantung jenis infeksi dan lokasi tubuh yang terinfeksi. Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Keluar Cairan dari Penis

Cairan yang keluar dari penis dan berbeda dari kondisi normal dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa.

Gonore dan klamidia, misalnya, dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis. Jumlah, warna, dan karakter cairan dapat berbeda sehingga pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

2. Nyeri atau Terbakar Saat Buang Air Kecil

Rasa terbakar, perih, atau nyeri ketika buang air kecil dapat muncul pada beberapa IMS, terutama gonore dan klamidia.

Namun, keluhan tersebut tidak secara khusus menunjukkan IMS karena dapat pula disebabkan oleh kondisi lain. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

3. Luka atau Lepuhan pada Area Genital

Luka, lepuhan, atau ulkus pada penis maupun area di sekitarnya perlu mendapatkan perhatian.

Herpes genital dapat menyebabkan lepuhan atau luka yang terasa nyeri, sedangkan sifilis pada tahap awal dapat menyebabkan luka yang umumnya tidak terasa sakit.

Jika terdapat luka pada area genital atau anus, sebaiknya tidak mencoba menentukan penyebabnya hanya berdasarkan bentuk luka. CDC menyebutkan bahwa diagnosis berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik saja dapat tidak akurat sehingga luka genital perlu dievaluasi secara medis.

4. Benjolan atau Kutil di Area Genital

Munculnya benjolan atau kutil di sekitar penis, skrotum, atau anus dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa.

Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil kelamin. Namun, tidak semua benjolan pada area genital disebabkan oleh IMS sehingga pemeriksaan tetap diperlukan.

5. Nyeri atau Bengkak pada Testis

Pada beberapa infeksi, pria dapat mengalami nyeri atau pembengkakan pada salah satu atau kedua testis.

Klamidia, misalnya, dapat menyebabkan nyeri pada testis pada sebagian pria yang mengalami gejala.

Nyeri atau pembengkakan pada testis sebaiknya tidak diabaikan karena terdapat berbagai penyebab lain yang juga membutuhkan pemeriksaan medis.

6. Keluhan pada Area Rektum

Infeksi yang mengenai area rektum dapat menimbulkan nyeri, cairan, atau perdarahan.

Keluhan ini dapat terjadi pada pria maupun wanita dan perlu diperhatikan terutama jika terdapat riwayat kontak seksual anal. Beberapa infeksi pada area rektum juga dapat tidak menimbulkan gejala.

Gejala IMS pada Wanita

Pada wanita, gejala IMS dapat muncul pada area genital, saluran reproduksi, maupun bagian tubuh lain tergantung jenis infeksinya.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Perubahan Cairan Vagina

Perubahan jumlah, warna, bau, atau karakter cairan vagina dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada area genital.

Beberapa IMS seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis dapat menyebabkan perubahan cairan vagina. Namun, keputihan juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain sehingga tidak dapat langsung disimpulkan sebagai IMS.

2. Nyeri atau Terbakar Saat Buang Air Kecil

Rasa perih atau terbakar ketika buang air kecil dapat menjadi salah satu gejala IMS pada wanita.

Klamidia dan gonore dapat menyebabkan keluhan tersebut. Namun, infeksi saluran kemih dan kondisi lainnya juga dapat menyebabkan gejala serupa.

3. Perdarahan di Luar Menstruasi

Perdarahan di antara periode menstruasi atau setelah berhubungan seksual perlu diperhatikan, terutama jika terjadi berulang.

Klamidia, misalnya, dapat menyebabkan perdarahan di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual pada sebagian wanita yang mengalami gejala.

Namun, perdarahan yang tidak biasa memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

4. Nyeri pada Perut Bagian Bawah

Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah dapat muncul pada beberapa infeksi menular seksual.

Kondisi tertentu yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID), yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi.

Jika nyeri perut bagian bawah terasa berat, menetap, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

5. Gatal atau Iritasi pada Area Genital

Gatal, kemerahan, iritasi, atau rasa tidak nyaman pada area genital dapat terjadi pada beberapa jenis infeksi.

Trikomoniasis, misalnya, dapat menyebabkan gatal, kemerahan pada vulva, serta rasa tidak nyaman ketika berhubungan seksual.

Namun, keluhan tersebut tidak spesifik untuk IMS karena dapat disebabkan oleh infeksi atau kondisi lain.

6. Luka atau Lepuhan pada Area Genital

Luka, lepuhan, atau benjolan pada area genital perlu diperiksa, terutama jika muncul setelah adanya aktivitas seksual yang berisiko.

Sifilis pada tahap awal dapat menyebabkan luka yang tidak terasa sakit, sedangkan herpes genital lebih sering menyebabkan luka atau lepuhan yang terasa nyeri.

Gejala IMS yang Dapat Terjadi pada Pria dan Wanita

Selain gejala yang lebih sering diperhatikan pada organ reproduksi, beberapa IMS dapat menimbulkan keluhan yang dapat dialami baik pria maupun wanita.

Di antaranya:

  • Luka atau ulkus pada area genital.
  • Lepuhan atau benjolan.
  • Cairan yang tidak biasa dari area genital.
  • Nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil.
  • Nyeri atau keluhan pada area anus.
  • Perdarahan yang tidak biasa.
  • Ruam pada kulit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Nyeri pada perut bagian bawah.

Pada sifilis, misalnya, gejala dapat berubah sesuai tahap infeksi. Selain luka pada tahap awal, sifilis sekunder dapat menyebabkan ruam pada kulit dan perubahan pada selaput lendir.

Karena setiap IMS memiliki karakteristik berbeda, gejala tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis infeksi secara pasti.

Apakah Pria dan Wanita Bisa Mengalami IMS Tanpa Gejala?

Ya.

Banyak IMS dapat berlangsung tanpa gejala atau hanya menimbulkan keluhan yang ringan. Hal ini membuat seseorang dapat mengalami infeksi tanpa menyadarinya.

WHO juga menekankan bahwa infeksi tanpa gejala merupakan salah satu tantangan dalam pengendalian IMS. Infeksi yang tidak terdeteksi dapat terjadi pada lokasi tertentu, termasuk tenggorokan dan rektum.

Oleh karena itu, seseorang tidak dapat memastikan dirinya bebas dari IMS hanya karena tidak mengalami keluhan.

Kapan Gejala IMS Perlu Diperiksakan?

Sebaiknya pertimbangkan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan apabila mengalami:

  • Cairan yang tidak biasa dari vagina atau penis.
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Luka atau lepuhan pada area genital.
  • Benjolan atau kutil di area genital.
  • Gatal atau iritasi yang tidak kunjung membaik.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Nyeri pada perut bagian bawah.
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis.
  • Keluhan pada area anus seperti nyeri, cairan, atau perdarahan.
  • Pasangan diketahui mengalami IMS.
  • Kekhawatiran setelah melakukan kontak seksual yang berisiko.

CDC menyarankan seseorang untuk berbicara secara terbuka dengan tenaga kesehatan mengenai riwayat seksual dan kondisi yang dialami untuk menentukan pemeriksaan IMS yang sesuai.

Bagaimana Dokter Mengetahui Penyebab Gejala?

Gejala IMS dapat menyerupai kondisi lain sehingga pemeriksaan langsung diperlukan.

Dokter dapat melakukan evaluasi berdasarkan:

  1. Keluhan dan kapan gejala mulai muncul.
  2. Riwayat kesehatan dan seksual yang relevan.
  3. Pemeriksaan fisik jika diperlukan.
  4. Pemeriksaan laboratorium sesuai kemungkinan infeksi.

Pemeriksaan IMS dapat menggunakan sampel darah, urine, atau swab dari lokasi tertentu seperti vagina, tenggorokan, atau rektum. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan kondisi dan faktor risiko masing-masing orang.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan pencarian gejala di internet untuk menentukan apakah seseorang terkena IMS.

Mengapa Pemeriksaan Tetap Penting Walaupun Tidak Ada Gejala?

Tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada infeksi.

Beberapa IMS justru sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Jika tidak diketahui, infeksi dapat tetap menular kepada pasangan dan pada beberapa kondisi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan.

Pemeriksaan membantu mengetahui kondisi secara lebih pasti dan menentukan apakah diperlukan penanganan lebih lanjut.

Jenis serta waktu pemeriksaan tidak sama untuk setiap orang. Faktor seperti usia, riwayat seksual, jenis kontak seksual, gejala, kehamilan, dan faktor risiko lainnya dapat memengaruhi pemeriksaan yang dianjurkan.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Mengalami Gejala?

Jika muncul gejala yang dicurigai berkaitan dengan IMS, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

Jangan Mendiagnosis Sendiri

Gejala seperti keputihan, gatal, nyeri saat buang air kecil, atau luka genital dapat memiliki banyak penyebab.

Pemeriksaan membantu membedakan IMS dari kondisi lainnya.

Jangan Sembarangan Menggunakan Obat

Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab infeksi. Penggunaan obat tanpa pemeriksaan dapat membuat penanganan menjadi tidak tepat.

Sampaikan Keluhan Secara Terbuka

Informasi mengenai gejala, pasangan seksual, jenis kontak seksual, dan riwayat IMS dapat membantu tenaga kesehatan menentukan pemeriksaan yang diperlukan.

Pertimbangkan Pemeriksaan Pasangan

Jika seseorang dinyatakan mengalami IMS, pasangan seksual juga mungkin perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Cara Mengurangi Risiko Infeksi Menular Seksual

Risiko IMS dapat dikurangi dengan beberapa langkah pencegahan.

Penggunaan kondom secara benar dan konsisten dapat membantu mengurangi risiko penularan IMS, meskipun tidak memberikan perlindungan terhadap semua infeksi yang dapat menyebar melalui kontak kulit.

Selain itu, vaksinasi tersedia untuk mencegah beberapa infeksi yang dapat ditularkan secara seksual, seperti HPV dan hepatitis B.

Pemeriksaan kesehatan secara tepat juga dapat membantu mendeteksi infeksi yang tidak menimbulkan gejala.

Konsultasi Keluhan IMS di Semarang

Jika Anda mengalami keluhan pada area genital, saluran reproduksi, atau memiliki kekhawatiran mengenai kemungkinan infeksi menular seksual, sebaiknya jangan menunda konsultasi.

Klinik Alunan Bunda di Semarang dapat menjadi tempat untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan yang Anda alami. Sampaikan keluhan secara terbuka kepada tenaga kesehatan agar dapat dilakukan evaluasi sesuai kondisi.

Untuk mengetahui informasi mengenai layanan dan jadwal konsultasi, Anda dapat menghubungi Klinik Alunan Bunda melalui WhatsApp 0821-6444-2190.

Klinik Alunan Bunda berlokasi di:

Ruko Arthamas No. 12V, Jl. Supriyadi, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Tidak perlu menunggu gejala semakin berat untuk mencari bantuan medis. Jika terdapat perubahan yang tidak biasa pada tubuh atau Anda memiliki kekhawatiran mengenai kemungkinan IMS, konsultasi dapat membantu menentukan langkah pemeriksaan berikutnya.

FAQ Gejala Infeksi Menular Seksual

Apa gejala IMS yang paling sering terjadi?

Gejala yang dapat muncul antara lain cairan yang tidak normal dari vagina atau penis, nyeri saat buang air kecil, luka atau benjolan pada area genital, serta nyeri pada perut bagian bawah. Namun, banyak IMS juga tidak menimbulkan gejala.

Apakah gejala IMS pada pria dan wanita berbeda?

Beberapa gejala dapat berbeda karena lokasi dan karakteristik infeksi, tetapi pria dan wanita dapat mengalami keluhan seperti cairan genital, nyeri saat buang air kecil, luka, benjolan, atau keluhan pada area anus.

Apakah keputihan selalu merupakan tanda IMS?

Tidak. Keputihan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Beberapa IMS memang dapat menyebabkan perubahan cairan vagina, tetapi pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Apakah pria bisa terkena IMS tanpa gejala?

Ya. Banyak IMS dapat tidak menimbulkan gejala pada pria maupun wanita. Karena itu, tidak adanya keluhan tidak selalu berarti seseorang terbebas dari infeksi.

Apakah luka pada area genital pasti merupakan IMS?

Tidak selalu. Luka genital dapat memiliki berbagai penyebab. Namun, luka pada area genital atau anus sebaiknya diperiksa karena diagnosis berdasarkan tampilan saja dapat tidak akurat.

Apakah pemeriksaan IMS hanya dilakukan ketika muncul gejala?

Tidak. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan dapat dianjurkan meskipun tidak ada gejala, terutama berdasarkan usia, riwayat seksual, faktor risiko, kehamilan, atau kondisi pasangan.

Kapan harus segera berkonsultasi?

Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika muncul luka atau lepuhan pada area genital, cairan yang tidak biasa, nyeri saat buang air kecil, perdarahan yang tidak biasa, nyeri perut bagian bawah, nyeri atau pembengkakan testis, atau jika pasangan diketahui mengalami IMS.

Kesimpulan

Gejala infeksi menular seksual pada pria dan wanita dapat berbeda tergantung jenis infeksi dan lokasi tubuh yang terkena. Cairan yang tidak normal, nyeri saat buang air kecil, luka, lepuhan, benjolan, gatal, perdarahan yang tidak biasa, serta nyeri pada area tertentu merupakan beberapa keluhan yang perlu diperhatikan.

Namun, IMS tidak selalu menimbulkan gejala. Seseorang dapat mengalami infeksi tanpa menyadarinya sehingga pemeriksaan tetap dapat menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan seksual.

Jika Anda mengalami keluhan atau memiliki kekhawatiran mengenai infeksi menular seksual, jangan melakukan diagnosis sendiri. Konsultasikan kondisi Anda kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi dan pemeriksaan yang sesuai.

Bagi Anda yang berada di Semarang, Klinik Alunan Bunda dapat dihubungi melalui 0821-6444-2190 untuk informasi mengenai konsultasi dan layanan yang tersedia.

Artikel dari

Klinik Alunan Bunda Semarang

Artikel Lainnya
Klinik Alunan Bunda

Temukan informasi kesehatan lainnya

Baca artikel kesehatan ibu, bayi dan anak lainnya.

Lihat Semua Artikel