Artikel Kesehatan

Penyebab Bayi Sering Rewel dan Cara Menenangkannya

📅 06 July 2026 🏥 Klinik Alunan Bunda Semarang
Penyebab Bayi Sering Rewel dan Cara Menenangkannya

Penyebab Bayi Sering Rewel dan Cara Menenangkannya

Bayi yang sering rewel merupakan hal yang umum terjadi, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupan. Menangis adalah cara utama bayi berkomunikasi untuk menyampaikan rasa lapar, tidak nyaman, lelah, atau kebutuhan lainnya. Namun, jika bayi terus-menerus rewel tanpa penyebab yang jelas, orang tua tentu akan merasa khawatir.

Memahami penyebab bayi rewel dapat membantu orang tua memberikan penanganan yang tepat sehingga bayi kembali merasa nyaman. Selain itu, penting untuk mengetahui kapan kerewelan bayi masih tergolong normal dan kapan perlu diperiksakan ke dokter.

Di Klinik Alunan Bunda Semarang, orang tua dapat melakukan Konsultasi Anak Semarang untuk mengetahui penyebab bayi rewel serta memastikan tumbuh kembangnya tetap optimal.

Mengapa Bayi Sering Rewel?

Bayi belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan kata-kata. Oleh karena itu, menangis dan rewel menjadi cara mereka menyampaikan kebutuhan.

Beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain:

  • Lapar
  • Mengantuk
  • Popok basah atau kotor
  • Kembung
  • Kolik
  • Suhu tubuh terlalu panas atau dingin
  • Sedang tumbuh gigi
  • Ingin digendong
  • Sedang sakit

Sebagian besar penyebab tersebut dapat diatasi di rumah apabila orang tua mengetahui tanda-tandanya.

1. Bayi Lapar

Lapar merupakan penyebab paling umum bayi menangis.

Tanda-tanda bayi lapar:

  • Mengisap jari atau tangan
  • Membuka mulut saat pipinya disentuh
  • Gelisah
  • Menoleh ke kanan dan kiri mencari puting
  • Menangis semakin keras bila tidak segera disusui

Memberikan ASI atau susu sesuai kebutuhan biasanya akan membuat bayi kembali tenang.

2. Popok Basah atau Kotor

Kulit bayi sangat sensitif terhadap kelembapan.

Popok yang basah terlalu lama dapat menyebabkan:

  • Tidak nyaman
  • Ruam popok
  • Bayi menjadi mudah rewel

Periksa popok secara berkala dan segera ganti apabila sudah basah atau kotor.

3. Bayi Mengantuk

Tidak semua bayi langsung tertidur saat lelah.

Sebaliknya, bayi justru dapat menjadi:

  • Rewel
  • Sulit ditenangkan
  • Menangis terus-menerus

Perhatikan tanda-tanda mengantuk seperti mengucek mata, menguap, atau menatap kosong agar bayi dapat segera ditidurkan.

4. Kolik

Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis lebih dari tiga jam sehari, lebih dari tiga hari dalam seminggu, dan berlangsung selama lebih dari tiga minggu tanpa penyebab yang jelas.

Ciri-ciri kolik:

  • Menangis keras terutama pada sore atau malam hari
  • Sulit ditenangkan
  • Wajah memerah
  • Perut terasa tegang
  • Kaki sering ditekuk ke arah perut

Kolik biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi.

5. Perut Kembung

Sistem pencernaan bayi masih berkembang sehingga gas mudah menumpuk di dalam perut.

Gejalanya meliputi:

  • Perut terasa keras
  • Bayi sering kentut
  • Menangis setelah menyusu
  • Kaki sering diangkat ke arah perut

Orang tua dapat membantu dengan menyendawakan bayi setelah menyusu atau melakukan pijatan lembut pada perut sesuai anjuran tenaga kesehatan.

6. Sedang Tumbuh Gigi

Proses tumbuh gigi biasanya dimulai saat bayi berusia sekitar 6 bulan.

Gejala yang sering muncul:

  • Gusi bengkak
  • Banyak mengeluarkan air liur
  • Sering menggigit benda
  • Sulit tidur
  • Lebih rewel dari biasanya

Memberikan teether yang aman dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

7. Bayi Ingin Digendong

Bayi membutuhkan rasa aman dan kedekatan dengan orang tua.

Menggendong bayi dapat membantu:

  • Memberikan rasa nyaman
  • Menenangkan tangisan
  • Mempererat ikatan emosional (bonding)

Menggendong bayi secukupnya tidak akan membuat bayi menjadi "manja" seperti anggapan sebagian orang.

8. Lingkungan Terlalu Ramai

Bayi dapat merasa kewalahan apabila terlalu banyak menerima rangsangan.

Contohnya:

  • Suara bising
  • Cahaya terlalu terang
  • Banyak orang mengajak bermain
  • Perjalanan jauh

Membawa bayi ke tempat yang lebih tenang sering kali membantu menenangkan mereka.

Cara Menenangkan Bayi yang Rewel

Beberapa cara yang dapat dicoba antara lain:

  • Susui bayi jika lapar.
  • Ganti popok yang basah.
  • Gendong dan peluk bayi dengan lembut.
  • Ayun bayi secara perlahan.
  • Sendawakan bayi setelah menyusu.
  • Putarkan suara lembut atau white noise.
  • Berikan pijatan bayi dengan teknik yang benar.
  • Pastikan suhu ruangan nyaman.
  • Hindari stimulasi yang berlebihan.

Yang terpenting, orang tua tetap tenang karena bayi dapat merasakan emosi orang di sekitarnya.

Kapan Bayi Rewel Perlu Dibawa ke Dokter?

Segera lakukan Konsultasi Anak Semarang apabila bayi mengalami:

  • Menangis terus-menerus tanpa dapat ditenangkan
  • Demam
  • Sulit menyusu
  • Muntah berulang
  • Diare
  • Napas cepat atau sesak
  • Tubuh tampak lemas
  • Kejang
  • Berat badan sulit bertambah

Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya.

Pentingnya Memantau Tumbuh Kembang Bayi

Kerewelan yang terjadi sesekali merupakan hal yang normal. Namun, apabila disertai gangguan makan, tidur, atau pertumbuhan, bayi perlu dievaluasi lebih lanjut.

Pemeriksaan rutin dapat membantu:

  • Memantau pertumbuhan berat badan
  • Menilai perkembangan bayi
  • Memberikan edukasi kepada orang tua
  • Mendeteksi masalah kesehatan sejak dini

Konsultasikan Kesehatan Bayi di Klinik Alunan Bunda Semarang

Jika bayi Anda sering rewel atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Klinik Alunan Bunda Semarang menyediakan layanan Dokter Anak Semarang, Konsultasi Anak Semarang, pemeriksaan kesehatan bayi, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, hingga edukasi perawatan bayi agar orang tua lebih percaya diri dalam merawat buah hati.

Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebab bayi rewel dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan yang sesuai dapat segera diberikan.